"Kecenderungan bunuh diri yang lebih tinggi, Pak, lebih agresif, sehingga dapat mencelakakan diri sendiri dan orang lain, sehingga tidak dapat berpikir sehat. Ini yang menjadi masalah utamanya. Dan yang berikutnya lagi dampak berikutnya lagi bisa menjadi gila," kata dia.

Dia menambahkan, tramadol merupakan obat pereda nyeri. Namun banyak pecandu yang kemudian menyalahgunakan tramadol tersebut antara lain untuk tawuran.

"Untuk tramadol sendiri sebenarnya obat ini indikasinya adalah obat untuk penahan nyeri. Namun yang dipakai oleh para pecandu ini adalah efek sampingnya. Yaitu biasanya buat dampak ininya, sosialnya adalah tawuran, kemudian anarko," jelas dia.

Selanjutny, obat trihexyphenidyl atau obat antiepilepsi termasuk dalam obat obatan tertentu (OTT). Dalam beberapa kasus, obat ini bisa menimbulkan rasa ingin memperkosa bagi pemakainya.

"Dipakai banyak orang untuk memperkosa. Contohnya kasus yang kemarin di Depok, gitu ya. Bahkan banyak orang yang diperkosa menggunakan obat itu salah satunya ini. Ini yang juga menjadi hal yang mengerikan," sambung dia.