Menurut Liyana, dunia digital memperluas jangkauan area produk obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan yang dapat diakses masyarakat. Namun, hal tersebut memberikan tantangan untuk meningkatkan pengawasan mengikuti perkembangan pasar dan merespon risiko yang muncul. Maka dari itu, risk-based sampling approached atau pendekatan berbasis risiko menjadi penting.
βPendekatan ini bukan mengurangi pengawasan, tetapi juga, memastikan sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara lebih tepat sasaran dengan memberikan perhatian lebih besar kepada produk dan jalur distribusinya yang lebih berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan masyarakat,β kata Liyana Rakinaturia.
Narasumber pada kegiatan itu antara lain WHO Western Pacific Expert Eunkyung Han dan Government Chinese Medicines Testing Institute under the Department of Health in Hong Kong Wong Lai Lai. Eunkyung Han memberikan perspektif global mengenai pengawasan daring, produk ilegal, substandar/falsified products, sistem deteksi, respons regulator, serta arah global pengawasan obat tradisional.
Sementara, Wong Lai Lai memaparkan terkait standarisasi internasional persyaratan keamanan dan mutu obat herbal dan pemilihan parameter pengujian kritis berdasarkan risiko produk.