Adapun kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 0,76 persen dengan andil 0,10 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,75 persen dengan andil 0,10 persen.
Kelompok lainnya yang juga mengalami inflasi tahunan meliputi pendidikan sebesar 1,09 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,88 persen, kesehatan 0,82 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya 1,15 persen.
Lima komoditas utama penyumbang inflasi tahuanan periode Oktober 2026 terbesar adalah beras, bensin, cabai merah, emas perhiasan, dan minyak goreng
Ia mengingatkan pemerintah daerah perlu mengantisipasi pergerakan harga pangan menjelang akhir tahun karena November dan Desember berpotensi mengalami peningkatan inflasi, terutama pada Desember.
"Jadi, inflasi kita sampai dengan Januari-Oktober itu sudah 2,34 persen. Masih ada dua bulan lagi, November dan Desember. Biasanya potensi kenaikannya tinggi pada Desember," ujarnya.
Pengendalian pasokan dan pemantauan harga sejumlah komoditas pangan perlu diperkuat untuk mengantisipasi kenaikan harga dalam dua bulan terakhir tahun ini, kata Wahyu.