Apad mengatakan, kehadiran PLTS membawa manfaat nyata bagi desa. Desa menjadi lebih terang, masyarakat lebih nyaman beraktivitas pada malam hari, anak-anak dapat belajar dengan lebih tenang, hingga pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk meningkatkan produktivitas usahanya.
"Kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, lebih aman, dan produktif. Kehadiran PLTS juga memberikan harapan baru bagi kemajuan desa kami," ungkap Apad.
Selain mendukung elektrifikasi di pedesaan, BRI Peduli memperluas pemanfaatan energi surya untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera. Sebanyak 1.416 unit perangkat tenaga surya portabel disalurkan ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dan Kabupaten Aceh Timur, Aceh.
Bantuan tersebut terdiri atas 522 unit perangkat untuk masyarakat di Tapanuli Selatan dan 894 unit untuk warga Aceh Timur. Perangkat tenaga surya portabel ini dimanfaatkan sebagai sumber penerangan sekaligus untuk mengisi daya perangkat komunikasi, terutama ketika pasokan listrik belum sepenuhnya pulih.
Ketersediaan sumber energi alternatif tersebut diharapkan membantu keluarga terdampak bencana tetap menjalankan aktivitas sehari-hari selama proses pemulihan berlangsung.
Dukungan serupa juga diberikan kepada desa binaan BRI Peduli melalui program Desa BRILiaN dengan penyaluran 40 unit perangkat tenaga surya portabel.
Secara keseluruhan, Program BRI Peduli Energi Surya telah menjangkau 1.456 kepala keluarga (KK) sebagai penerima manfaat langsung dan 8.376 jiwa sebagai penerima manfaat tidak langsung.