Program ini mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari penerangan, pelayanan publik, hingga keberlangsungan kegiatan usaha di tingkat desa.
Di sisi lingkungan, program tersebut juga berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi gas rumah kaca. Dengan total kapasitas terpasang sekitar 600 kWp, pemanfaatan energi surya ini berpotensi menghasilkan 585 megawatt-jam (MWh) listrik bersih setiap tahun dan mengurangi emisi hingga 491,2 ton setara karbon dioksida (tCO₂e) per tahun.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan perluasan akses energi bersih merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, pemanfaatan energi bersih memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, mendorong pembangunan desa, serta menjaga keberlangsungan kegiatan masyarakat, termasuk saat terjadi gangguan pasokan listrik maupun bencana alam.
"Terlebih dalam situasi pascabencana, keberadaan sumber energi alternatif dapat membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonominya secara bertahap," ujar Dhanny.
Melalui program tersebut, BRI Peduli berupaya memperluas pemanfaatan energi surya untuk menjawab kebutuhan masyarakat, baik dalam mendukung kegiatan ekonomi desa maupun membantu pemulihan wilayah terdampak bencana.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong akses energi yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi gangguan pasokan listrik dan perubahan iklim.