Dalam forum tersebut, BRIN memaparkan perkembangan teknologi iradiasi fitosanitari menggunakan electron beam di Cikarang. Teknologi canggih ini disiapkan untuk menangani komoditas unggulan seperti mangga, salak, dan buah naga. Langkah preventif ini menjamin komoditas ekspor benar-benar bebas dari organisme pengganggu tumbuhan.

Penerapan teknologi modern tersebut turut didukung oleh penyusunan pedoman nasional dan peningkatan kapasitas para inspektur. Penguatan sistem jaminan mutu ini sangat penting untuk memastikan produk hortikultura Indonesia memenuhi standar karantina internasional.

Selain penanganan produk segar, hilirisasi juga merambah pemanfaatan teknologi pengolahan canggih seperti freeze drying. Metode pengeringan ini dinilai ampuh meningkatkan nilai tambah komoditas. Umur simpan produk bisa diperpanjang secara signifikan tanpa mengurangi kualitas nutrisinya.

Saat ini, sejumlah produk olahan berbahan nangka, durian, salak, nanas, hingga pisang telah berhasil menembus pasar ekspor. Negara tujuannya mencakup Malaysia, Singapura, Uni Emirat Arab, Inggris, hingga Arab Saudi. Capaian positif ini menunjukkan besarnya peluang produk hortikultura olahan merajai etalase internasional.