Di sisi akademis, FTP UGM memegang peran penting lewat riset analisis kandungan nutrisi dan senyawa fungsional. Riset komprehensif ini diarahkan untuk menghasilkan karakterisasi produk unggulan. Hasil riset tersebut nantinya diandalkan untuk mendongkrak nilai jual komoditas Indonesia di pasar global.

Menindaklanjuti pertemuan ini, Kementan bersama para mitra telah menyepakati sejumlah langkah percepatan di lapangan. Salah satunya melalui peninjauan langsung ke fasilitas teknologi iradiasi milik PT Oneject Indonesia bersama tim BRIN.

Integrasi rantai pasok juga segera dikerjakan lewat identifikasi komoditas prioritas dan kelompok tani paling potensial. Langkah teknis ini diyakini sanggup memberikan kepastian mutu dan keterlacakan produk secara transparan dari hulu ke hilir.

Kementan bersama seluruh mitra berharap ekosistem hilirisasi hortikultura ke depan menjadi lebih inovatif dan berorientasi pada ekspor. Produk hortikultura Indonesia ditargetkan mampu bersaing secara kompetitif secara global sekaligus memenuhi kebutuhan pasar domestik.