Dalam kasus ZhuQue-2E, badan roket yang diduga menjadi sumber serpihan di Sampit tercatat dengan nomor identifikasi NORAD 101070 dan kode internasional 2026-234L.

Sampah antariksa kata Thomas, merupakan benda buatan manusia yang berada di ruang angkasa dan sudah tidak lagi menjalankan fungsinya. Benda tersebut dapat berupa satelit yang tidak aktif, bagian roket, maupun pecahan komponen wahana antariksa.

Ketika benda antariksa memasuki kembali atmosfer, kecepatannya yang sangat tinggi menyebabkan pemanasan ekstrem akibat interaksi dengan udara. Sebagian besar material dapat terbakar, meleleh, atau terpecah menjadi bagian-bagian lebih kecil.

"Proses tersebut terkadang menghasilkan cahaya terang yang dapat terlihat dari permukaan Bumi, bahkan disertai suara dentuman atau gemuruh ketika terjadi gelombang kejut di atmosfer," ujar Thomas.

Namun, tidak semua bagian wahana antariksa selalu habis selama proses tersebut. Material tertentu yang lebih tahan panas dapat bertahan melewati atmosfer dan mencapai permukaan Bumi.

"Fenomena inilah yang menjadi salah satu kemungkinan penjelasan terhadap ditemukannya kepingan logam berukuran besar di perkebunan sawit Sampit," katanya.

Meski analisis orbit memberikan petunjuk kuat, pemeriksaan fisik tetap penting untuk memastikan identitas komponen yang ditemukan, termasuk kecocokan bentuk, material, serta penandaan pada bagian benda dengan informasi teknis roket.