"Teknologi bukan lagi sekadar fungsi pendukung operasional. Bagi BSI, teknologi telah menjadi mesin pertumbuhan bisnis. Semakin baik pengalaman nasabah, semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin besar akuisisi nasabah, dan semakin luas peluang untuk mengembangkan seluruh ekosistem layanan keuangan syariah," ujar Anggoro dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8/2026).

Fondasi teknologi BSI kini berpusat pada aplikasi super BYOND by BSI yang menembus satu miliar kali login selama 2026. Lewat aplikasi ini, nasabah dapat menikmati ragam layanan terintegrasi mulai dari transaksi harian, pengelolaan emas, hingga urusan haji. BSI juga memperluas inovasi melalui Hasanah KKI Card Digital sebagai fasilitas pembiayaan virtual tanpa wujud fisik.

Nasabah dapat mengakses limit pembiayaan hingga Rp100 juta secara real time lewat inovasi digital tersebut. Ekosistem BYOND by BSI turut dilengkapi berbagai fitur unggulan menarik, seperti Nabung Rutin Haji hingga Gadai dari Cicil Emas. Beragam inovasi mutakhir ini sukses mengukuhkan posisi BSI sebagai pemimpin bank syariah nasional.

Penguatan teknologi dan ekosistem digital tersebut berjalan selaras dengan melesatnya kinerja keuangan perseroan. Hingga Juni 2026, BSI berhasil membukukan laba bersih senilai Rp4,16 triliun atau meroket 11 persen secara tahunan (YOY). Dana Pihak Ketiga (DPK) juga melonjak drastis menyentuh angka Rp393 triliun.