BSSN telah menyusun peta jalan kemandirian kriptografi periode 2027–2035 yang dibagi menjadi tiga fase. Fase pertama pada 2027–2029 berfokus pada pembangunan fondasi dan kesiapan (foundation and readiness).
Fase kedua pada 2030–2032 diarahkan pada implementasi dan integrasi (implementation and integration). Selanjutnya, fase ketiga pada 2033–2035 menargetkan terwujudnya kedaulatan kriptografi (cryptographic sovereignty).
Rachmad menjelaskan salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah metode harvest now, decrypt later.
Dalam metode ini, pelaku mencuri dan menyimpan data terenkripsi saat ini untuk mencoba membukanya di kemudian hari ketika kemampuan teknologi sudah memungkinkan.
"Jadi, mereka harvest sekarang, decrypt nanti,” katanya.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, BSSN membentuk gugus tugas dan menyiapkan sejumlah langkah, antara lain membangun kebijakan serta tata kelola nasional yang terkoordinasi, melakukan inventarisasi dan menentukan prioritas aset kriptografi, serta memperkuat kemampuan teknis, standar, dan penjaminan keamanan.
BSSN juga mendorong pengembangan talenta dan industri kriptografi dalam negeri sekaligus memperluas kerja sama internasional.