Rachmad menekankan pentingnya keterlibatan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam mengidentifikasi data strategis yang harus dilindungi.
Data-data tersebut perlu memiliki cadangan dan diprioritaskan dalam proses migrasi menuju sistem kriptografi yang lebih siap menghadapi ancaman komputasi kuantum.
Menurut ia, upaya tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh BSSN. Perguruan tinggi dan peneliti dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi serta talenta, sedangkan industri diharapkan menyediakan solusi yang memenuhi standar keamanan.
BSSN akan menjalankan fungsi koordinasi, supervisi, dan evaluasi untuk melihat kesiapan nasional menghadapi perkembangan teknologi tersebut.
Rachmad menegaskan persiapan tidak bisa ditunda karena waktu kemunculan teknologi komputasi kuantum yang mampu mengancam sistem kriptografi saat ini masih memiliki ketidakpastian.
Oleh sebab itu, inventarisasi aset dan perencanaan migrasi perlu dimulai sebelum ancaman tersebut benar-benar terwujud.