Meski perangkat yang diserang terlihat sederhana, gangguan yang ditimbulkan berpotensi memengaruhi rantai pasok dan menyebabkan kerugian akibat bahan makanan yang rusak.
Ia mengingatkan tidak ada sistem elektronik yang sepenuhnya kebal terhadap serangan.
Karena itu, pengamanan harus dilakukan secara berlapis, mulai dari kebijakan, prosedur, kesadaran keamanan, perlindungan fisik, pertahanan perimeter, keamanan jaringan, perangkat, aplikasi, hingga perlindungan data.
βTidak ada sistem yang 100 persen aman. The only secure system is one that is switched off. Jadi, sistem yang aman itu kalau sistem itu dimatikan,β ujarnya.
Rachmad menempatkan data sebagai salah satu elemen terpenting dalam sistem keamanan siber.
Data tidak hanya menjadi sumber informasi untuk pengambilan keputusan, tetapi juga dapat disalahgunakan ketika jatuh ke tangan pihak yang tidak berwenang.
Ia mengungkapkan, masih ditemukan data sensitif yang disimpan atau dipertukarkan tanpa enkripsi, sehingga dapat dibaca dalam bentuk teks biasa (plaintext).