NADIKABAR.COM — Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Budi Tanuwibowo menilai keterwakilan umat Khonghucu dalam Wantimpres menjadi bagian dari perjalanan Indonesia dalam menjaga prinsip Bhinneka Tunggal Ika.

Budi yang juga Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) menyampaikan hal itu setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat.

"Nah, ini, dengan kejadian hari ini, peristiwa hari ini, saya merasa negeri ini benar-benar sudah memegang teguh salah satu pilarnya, semboyannya, Bhinneka Tunggal Ika," ucap dia.

Budi mengatakan umat Khonghucu merupakan bagian dari kelompok masyarakat dengan jumlah relatif kecil di Indonesia. Menurutnya, komunitas tersebut juga pernah mengalami pembatasan dalam menjalankan kehidupan keagamaannya pada masa lalu.

"Saya ini dari komunitas Konghucu, jumlahnya paling minim dan pernah mengalami proses pembekuan cukup lama dari tahun 78 sampai tahun 98," katanya.

Budi menilai kondisi tersebut mengalami perubahan sejak era Reformasi dan pemerintahan Presiden Ke-3 RI B.J. Habibie. MATAKIN mencatat setelah reformasi 1998, organisasi tersebut kembali dapat menyelenggarakan musyawarah nasional pada Agustus 1998.

Dia menyebut sejarah MATAKIN sendiri telah berlangsung panjang. Embrio organisasi tersebut berdiri pada 17 Maret 1900, kemudian mengalami pembekuan pada masa pendudukan Jepang dan kembali bangkit pada 1955.

Dia juga mengingatkan bahwa umat Khonghucu memiliki jejak dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Salah satunya melalui Djiauw Kie Siong, pemilik rumah di Rengasdengklok yang menjadi tempat Soekarno dan Mohammad Hatta bersama sejumlah pemuda menjelang proklamasi kemerdekaan.

Keberadaan rumah tersebut sebagai lokasi Soekarno-Hatta berada di Rengasdengklok juga tercatat dalam dokumentasi kebudayaan pemerintah.

Budi mengatakan pengalaman sejarah tersebut menjadi konteks penting bagi dirinya ketika kini dipercaya menjadi anggota Wantimpres.

Dia mengharapkan keterwakilan berbagai kelompok masyarakat dalam lembaga negara dapat berjalan seiring dengan penguatan kerukunan dan kebersamaan.

"Mudah-mudahan dengan kebersamaan yang semakin utuh, semakin kokoh, Indonesia yang kita cintai ini, yang kita tahu semua potensinya begitu besar ditambah kerukunan dan kesigapan rakyatnya, saya yakin Indonesia akan maju ke depan," kata dia.

Budi mengatakan bahwa dia baru mengetahui akan ditunjuk sebagai anggota Wantimpres pada Jumat pagi setelah menerima telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

"Hari ini saya terus terang kaget ya. Karena baru tadi pagi menerima telepon dari Pak Teddy Indra Wijaya untuk menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden," ujarnya.

Budi dilantik bersama 25 anggota Wantimpres lainnya oleh Presiden Prabowo berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.