NADIKABAR.COM — Demam olahan ube, mulai dari pastry, es krim, hingga matcha latte kekinian, membuat umbi berwarna ungu pekat ini kian diburu oleh industri kuliner modern.
Di tengah popularitasnya, ube (Dioscorea alata) kerap dibandingkan dengan saudara kembarnya di pasar lokal, yaitu ubi ungu (Ipomoea batatas).
Meski sepintas tampak serupa, keduanya berasal dari famili berbeda. Begitupun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa proses penanaman ube membutuhkan teknik, waktu, dan modal yang jauh berbeda dari ubi ungu lokal.
Pakar Plant Breeding dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof Agung Karuniawan mengatakan, proses budidaya ube cukup berbeda daripada ubi jalar.
"Kalau dibandingkan dari aspek teknis budidaya, ube relatif lebih kompleks karena merupakan tanaman merambat yang membutuhkan pengaturan pertumbuhan tajuk dan biasanya memerlukan lanjaran atau sistem penyangga agar pertumbuhan tanaman lebih terarah," ujar Prof Agung dalam wawancara dengan NadiKabar.com, Kamis (20/8/2026).