Istata tak menjelaskan lebih lanjut penyebab minimnya kontribusi operasional Bandara Dhoho terhadap kinerja keuangan perseroan. Ia juga menegaskan, perseroan belum memiliki rencana investasi di luar pengembangan bandara dan tol.
"Selain Dhoho dan proyek jalan tol, sementara ini kita tidak punya rencana yang lain," pungkasnya.
Sepanjang semester I-2026, GGRM membukukan penurunan pendapatan sebesar 7,2% menjadi Rp 41,18 triliun imbas turunnya penjualan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT). Direktur Gudang Garam, Heru Budiman, menjelaskan volume perdagangan turun 13,6% sepanjang semester I-2026, namun perseroan mencatatkan penurunan beban pendapatan sebesar 13,6%.