Meski begitu, OJK menilai masih ada berbagai risiko global yang berpotensi memengaruhi perekonomian dan sektor keuangan. Salah satunya adalah risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih tinggi seiring berlarutnya konflik di Iran dan masih tertutupnya Selat Hormuz.
Kondisi gangguan jalur distribusi energi tersebut menyebabkan volatilitas harga minyak dan komoditas, sehingga tekanan inflasi global tetap tinggi.
Tekanan inflasi juga diperberat oleh adanya El Nino yang berkepanjangan dan berdampak pada kekeringan serta kebakaran hutan di berbagai kawasan. Kemudian momentum pertumbuhan ekonomi global cenderung termoderasi. Hal ini tercermin dari mayoritas negara yang mencatatkan perlambatan pertumbuhan pada triwulan II 2026.