Kamera thermal memungkinkan drone mendeteksi perbedaan suhu pada objek, sedangkan kamera pemetaan digunakan untuk mengumpulkan informasi visual dari suatu wilayah.

Perangkat tersebut juga dibekali sistem penentuan posisi Real-Time Kinematic (RTK) dengan akurasi hingga tingkat sentimeter, sensor LiDAR, radar millimeter-wave (mmWave), serta sistem penglihatan omnidirectional.

Fitur lainnya mencakup kamera night vision, zoom hybrid hingga 176 kali, dan laser range finder yang mampu mengukur jarak objek hingga tiga kilometer.

Di sektor pertambangan, drone dapat membantu memetakan area tambang, menghitung volume material, hingga memantau perkembangan kegiatan operasional.

Kombinasi kamera thermal dan kemampuan zoom juga dapat dimanfaatkan untuk memeriksa kondisi peralatan tambang seperti conveyor dan crusher.

Sementara itu, pada sektor perkebunan dan kehutanan, drone dapat digunakan untuk memantau batas lahan, kondisi infrastruktur, serta menemukan titik panas yang berpotensi memicu kebakaran.

Teknologi thermal juga berguna dalam industri ketenagalistrikan untuk mengidentifikasi peningkatan suhu pada peralatan seperti transformator, konektor, dan isolator jaringan listrik.

Pemantauan tersebut dapat membantu petugas mengenali indikasi masalah pada infrastruktur tanpa harus selalu melakukan pemeriksaan dari jarak dekat.