Selain itu, drone juga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan konstruksi serta industri minyak dan gas.
Dalam penanggulangan bencana, kombinasi kamera thermal dan night vision dapat membantu tim pencarian dan penyelamatan menemukan korban pada malam hari atau ketika jarak pandang terbatas.
Vice President of Sales & Marketing DJI Christina Zhang mengatakan pengembangan drone seri Matrice diarahkan untuk mengintegrasikan lebih banyak sensor dan kemampuan komputasi dalam satu perangkat.
DJI Matrice 5T turut dilengkapi kemampuan kecerdasan buatan (AI) dengan model bawaan yang dapat mendeteksi lebih dari 20 jenis target.
Sistem AI tersebut juga memungkinkan pengembangan menggunakan algoritma pihak ketiga untuk menyesuaikan kebutuhan operasional.
Dari sisi daya tahan, drone ini memiliki waktu terbang maksimum hingga 59 menit dan ketahanan terhadap angin dengan kecepatan hingga 12 meter per detik.
Perangkat tersebut mengantongi sertifikasi IP55 untuk perlindungan terhadap debu dan semburan air, serta dapat dioperasikan pada rentang suhu minus 20 hingga 50 derajat Celsius.
Untuk mendukung pengelolaan operasi dan pengolahan data penerbangan, DJI Matrice 5T juga dapat diintegrasikan dengan platform DJI FlightHub 2 dan perangkat lunak pemetaan DJI Terra.