"Di tengah potensi hujan ekstrem yang masih dapat terjadi, kewaspadaan harus terus dijaga. Bencana alam tidak selalu dapat dicegah, tetapi risiko, korban jiwa, dan kerugiannya dapat ditekan melalui mitigasi dan kesiapsiagaan yang baik," tuturnya.

Daryono menyebut hujan intensitas tinggi sejak Minggu (1/11) malam hingga Senin (2/11) memicu banjir lahar hujan di sejumlah alur sungai berhulu Gunung Semeru, Kab. Lumajang, Jawa Timur.

Di kawasan Curah Kobokan, kata Daryono, aliran lahar membawa material vulkanik berupa pasir, kerikil, hingga bongkah batu berukuran besar.

"Dilaporkan pula adanya tanggul jebol dan luapan banjir yang mengancam permukiman di wilayah Tempursari, Lumajang," katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno mengatakan, banjir tidak hanya diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi, melainkan juga luapan Sungai Glidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru. Debit air sungai ini disebut mengalami peningkatan signifikan.