"Kejadian tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang berlangsung cukup lama sejak Minggu, 1 November 2026, pukul 22.00 WIB hingga Senin pagi. Selain itu, aliran Sungai Glidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru mengalami peningkatan debit air sehingga mengakibatkan banjir di wilayah tersebut," kata Satriyo.
Satriyo merinci, dampak banjir cukup signifikan di Kecamatan Tempursari. Jembatan penghubung Malang dan Lumajang dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
"Peningkatan debit Sungai Glidik menyebabkan jembatan penghubung Malang dan Lumajang tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat," ucapnya.
Di wilayah Tempursari, banjir menggenangi sejumlah desa akibat luapan Sungai Rawaan dan Sungai Dol. Selain itu, tanggul jebol tercatat di kawasan Wareng, Dusun Pasirejo.
Satriyo menyebutkan, ada lebih dari seribu jiwa yang terdampak langsung oleh genangan banjir di dua kecamatan berbeda.