Cape Wildlife Center menyebut anak penyu yang baru ditemukan ini merupakan kasus bicephaly ketiga pada diamondback terrapin yang mereka tangani dalam lima tahun terakhir. Mass Audubon Wellfleet Bay Wildlife Sanctuary bahkan telah menemukan lima terrapin dengan kondisi dua kepala di Cape Cod sejak awal 2000-an.

Setiap kasus memberikan kesempatan bagi peneliti dan dokter hewan untuk mempelajari bagaimana dua kepala dapat berfungsi pada satu tubuh.

"Ini sangat menarik dan merupakan bidang yang tentu layak untuk diteliti lebih lanjut. Kami senang merawat keduanya dan mempelajari sebanyak mungkin untuk membantu penelitian di masa depan," paparnya.

Salah satu pertanyaan terbesar dalam kasus ini adalah bagaimana kedua kepala tersebut dapat mengendalikan tubuh yang sama. Tim dokter hewan kini mengamati nafsu makan, pertumbuhan, perilaku, serta koordinasi kedua kepala dengan tubuhnya. Sejauh pemantauan awal, kondisi anak penyu tersebut cukup menjanjikan.

Penyu kecil itu dilaporkan mampu berenang, makan, dan menggerakkan seluruh kakinya. Kedua kepalanya juga menunjukkan respons terhadap lingkungan. Namun, kondisi tersebut belum berarti anak penyu akan mampu bertahan hidup dalam jangka panjang.

Dua kepala pada satu tubuh dapat menyebabkan masalah koordinasi, termasuk ketika hewan harus bergerak, mencari makanan, atau melakukan aktivitas lain untuk bertahan hidup. Bicephaly juga menarik perhatian ilmuwan karena kelainan perkembangan semacam ini dapat memberikan informasi mengenai kondisi populasi dan lingkungan tempat hewan berkembang.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2021 mengenai embrio dan tukik penyu laut dengan kondisi dua kepala atau duplikasi sebagian tubuh menemukan adanya kelainan pada struktur kepala dan tulang belakang.