"Nanti bayarannya dipotong dari sebagian transfer pemerintah ke daerah. Sehingga yang terjadi adalah uang ke daerah disalurkan tapi betul-betul jadi barangnya," tutur Purbaya.
Belum lagi, menurutnya PT SMI juga memiliki standar penilaian proyek yang sama ketat dan profesional layaknya sektor swasta. Sehingga pinjaman yang diberikan bisa dengan efektif digunakan untuk pembangunan daerah.
"Kita tahu PT SMI cukup profesional, dia menilai dengan teliti, dia profesional swasta lah kira-kira dengan teliti proyek-proyek yang dia jalankan. Jadi itu kita harapkan dengan approach seperti itu daerah tidak kekurangan dana untuk membangun infrastruktur di daerahnya," pungkasnya.