"Saya jumpai, kenapa perusahaan tekstil garmen sepatu, kan ini paling banyak tutup ini, tekstil garmen sepatu, itu yang orientasi ekspor, yang banyak tutup, yang orientasi ekspor. Kenapa dia turun orientasi ekspor? Karena permintaan barang di pasar internasional menurun," ujar Said Iqbal.
Dia menjelaskan beberapa merek tekstil atau garmen, macam Uniqlo, H&M, Victoria, Ralph Lauren, cukup banyak pabriknya ada di Indonesia. Mulai dari di Kota Semarang, di Kabupaten Jepara, di Kabupaten Majalengka. Nah sayangnya merek besar tersebut banyak menahan permintaan.
"Karena pasar internasional melambat, maka permintaan ke Indonesia juga menurun," jelas Said Iqbal.
Faktor kedua yang membuat banyak perusahaan tutup adalah ongkos produksi yang meningkat dan mahal tanpa diikuti kemampuan modal yang mumpuni dari perusahaan.
Biaya gas industri, bahan baku, hingga BBM mengalami kenaikan. Hal ini membuat ongkos produksi makin besar dan menggerus perusahaan. Nah di sini lah biasanya perusahaan melakukan berbagai cara efisiensi, termasuk melakukan PHK karyawan.
"Kalau ongkos produksi meningkat, dilakukanlah efisiensi dari produksi dengan cara mengurangi karyawan, sehingga biaya produksi, biaya labor cost, biaya buruh, menurun," ujar Said Iqbal.