NADIKABAR.COM — Perum Bulog akan mengevaluasi sistem pembelian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui aplikasi Klik SPHP buntut temuan praktik beras SPHP yang dioplos. Standar operasional prosedur (SOP) bagi mitra Rumah Pangan Kita (RPK) juga akan diperketat, khususnya terkait pelaporan penjualan beras kepada masyarakat.
Kasus penyalahgunaan beras SPHP yang dikemas ulang dan dioplos menjadi karung berukuran 50 kg sebelumnya ditemukan pada gudang beras di kawasan Matraman dan Pasar Induk Cipinang, Jakarta.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengakui masih terdapat sejumlah celah dalam sistem aplikasi pemesanan beras SPHP, Klik SPHP. Menurutnya celah itu yang berpotensi dimanfaatkan untuk penyalahgunaan beras pemerintah.