"BULOG berkomitmen penuh memastikan jagung tersedia dan dapat diakses oleh para peternak dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp 5.000 per kilogram," ujar Ahmad dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/10/2026).
Pihaknya terus mengoptimalkan jaringan distribusi dan mempercepat penyaluran di berbagai wilayah.
"Bagi kami, menjaga stabilitas jagung bukan hanya soal ketersediaan stok, tetapi juga memastikan keberlangsungan usaha peternak sebagai bagian penting dari ketahanan pangan nasional," sambungnya.
Hingga saat ini, SPHP jagung telah menjangkau 151 koperasi dan asosiasi peternak. Bantuan ini telah disalurkan kepada 7.553 peternak yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia sebagai mitra distribusi yang tepat sasaran.
Di tengah percepatan ini, BULOG memastikan stok jagung pemerintah secara nasional dalam kondisi sangat mencukupi. Berdasarkan posisi per 7 Oktober 2026, persediaan jagung pemerintah mencapai 98.442 ton guna menuntaskan alokasi yang ditetapkan.
Meski stok nasional melimpah, pemerataan distribusi terus dioptimalkan. Salah satunya lewat percepatan pergerakan stok antardaerah atau mekanisme movement nasional (movenas).