NADIKABAR.COM — Bulog Sentra Penggilingan Padi (SPP) Kendal, Jawa Tengah, mengeringkan 120 ton gabah per hari dan menghasilkan 50 ton beras guna memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP).

"Kalau kapasitas di sini, itu kami per harinya untuk pengeringannya itu 120 ton (gabah). Jadi pengeringannya 120 ton. Untuk gilingnya, kami per hari bisa di sekitar 50 ton (beras)," kata Manajer Operasional Bulog SPP Kendal M Aziz Latif ditemui di Kendal, Jumat.

Bulog SPP Kendal memiliki peran strategis dalam memperkuat cadangan beras pemerintah melalui kapasitas pengolahan gabah yang mampu mencapai ratusan ton setiap hari.

Aziz menjelaskan gabah yang diproses berasal dari hasil penyerapan petani melalui Tim Jemput Gabah sebelum dibawa menuju fasilitas pengolahan Bulog.

Setelah diterima, gabah menjalani tahapan pengeringan sekitar 16 jam sebelum masuk proses penggilingan yang membutuhkan waktu sekitar delapan jam hingga menjadi beras.

Dia menjelaskan rangkaian pengolahan tersebut membuat gabah petani dapat segera dikonversi menjadi beras dan selanjutnya dikirim ke gudang Bulog sebagai stok pangan nasional.

Menurut Aziz, keberadaan SPP Kendal mendukung proses penyerapan hasil panen karena fasilitas pengolahan tersedia untuk mengelola gabah yang dibeli dari petani.

Gabah yang diolah berasal dari wilayah kerja Bulog Semarang seperti Kendal, Semarang, dan Demak, serta dapat mendukung wilayah lain ketika diperlukan.

Dengan kapasitas pengolahan tersebut, Bulog SPP Kendal menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pasokan beras melalui pengelolaan hasil panen dalam negeri.

Optimalisasi fasilitas penggilingan menunjukkan upaya Bulog memperkuat rantai pangan dari tingkat petani hingga penyimpanan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kualitasnya? Kalau untuk kualitas penyerapan gabah dari petani, kami mengikuti serapan dari Tim Jemput Gabah. Biasanya kita di any quality, lalu gabah itu sudah cukup umur panen," katanya.