"Terkait bagaimana jika kereta cepat nanti diambil alih oleh pemerintah, ini memberikan dampak positif bagi WIKA. Jadi saat ini konsolidasi keuangan, WIKA melakukan konsolidasi berdampak ke ekuitas negatif karena saat ini kereta cepat itu menghasilkan return yang negatif," ujar Mulyadi dalam Public Expose WIKA yang dilakukan secara online, Kamis (1/10/2026).
Mulyadi mendambakan imbas hasil negatif dari proyek tersebut, keberadaan WIKA sebagai salah satu pemegang saham PSBI membuat porsi kerugian proyek tersebut ikut tercatat dalam laporan keuangan Persero.
Artinya alih-alih memberikan keuntungan, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung malah menyumbang kerugian kepada WIKA. Di mana dalam catatan NadiKabar kerugian yang ditanggung Persero karena terlibat dalam proyek ini mencapai Rp 1,7-1,8 triliun per tahun.
"Karena WIKA menjadi bagian dari pemegang saham, maka secara konsolidasi WIKA membukukan bagian dari konsolidasi yang negatif, sehingga di profit and loss WIKA, kinerja keuangan WIKA itu berdampak negatif atas konsolidasi kereta cepat," ungkapnya.