Menurutnya, terdapat dua kunci utama untuk mencapai angka pertumbuhan tersebut, yakni peningkatan produktivitas dan efisiensi. Ia menekankan, Indonesia tidak bisa lagi menggunakan pendekatan pembangunan yang sama dengan masa lalu jika ingin menghasilkan tingkat pertumbuhan yang berbeda.
Sebab jika pemerintah masih memakai pendekatan pembangunan yang lama, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan bakal terus tertahan di kisaran 5%.
"Cara kita memang harus berbeda. Kalau caranya sama seperti yang lalu, pertumbuhan kita tetap 5%. Kunci paling pokok mewujudkan itu cuma dua, yaitu meningkatkan produktivitas dan efisiensi," tegasnya.
Ia bahkan mengutip ungkapan populer yang dikaitkan dengan Albert Einstein soal pentingnya inovasi cara berpikir. "Kegilaan itu adalah ketika kita melakukan hal yang sama terus-menerus tetapi kita ingin hasil yang berbeda," lanjutnya.
Burhanuddin menilai sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo saat ini sudah mulai menunjukkan upaya perubahan pendekatan pembangunan demi mencapai target tersebut.