Kepercayaan tersebut turut membuat harga Timah JFX diperhatikan oleh pembeli internasional ketika melakukan transaksi. Pelaku pasar yang ingin membeli Timah Indonesia kini tidak hanya melihat harga London Metal Exchange (LME), tetapi juga harga yang terbentuk di JFX."Pada prinsipnya kita sudah menjadi salah satu price reference. Bobotnya mungkin belum sebesar bursa global lainnya, tetapi harga JFX sudah menjadi salah satu faktor yang diperhatikan ketika orang melakukan transaksi Timah. Itu menunjukkan bahwa pembentukan harga dari Indonesia sebenarnya sudah mulai berjalan," kata Kanca.
Pengalaman JFX tidak terbatas pada Timah. Selama 27 tahun, JFX telah mengembangkan perdagangan berbagai komoditas, mulai dari Olein, Kopi, Kakao, Emas hingga Timah. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa setiap komoditas memiliki karakteristik pasar, rantai pasok, serta kebutuhan penjual dan pembeli yang berbeda."Setiap komoditas punya karakteristik yang berbeda. Mekanisme yang berhasil untuk satu komoditas belum tentu bisa diterapkan dengan cara yang sama pada komoditas lainnya. Kita harus memahami apa yang dibutuhkan penjual dan pembeli, kemudian membangun mekanisme yang sesuai dengan karakter pasar tersebut," sebut Kanca.Bagi JFX, pengalaman lintas komoditas tersebut menjadi modal untuk mendukung implementasi BMKS. Sistem, mekanisme, dan ekosistem yang sudah berjalan dapat dimanfaatkan dan dikembangkan sesuai arah pemerintah serta kebutuhan masing-masing komoditas strategis.Dengan target BMKS mulai beroperasi pada 2027, Kanca menegaskan bahwa kesiapan JFX tidak perlu dimulai dari pembangunan sistem baru. Pengalaman mengoperasikan pasar, mempertemukan penjual dan pembeli, mengelola penyelesaian transaksi, serta membangun kepercayaan pelaku domestik dan internasional telah menjadi bagian dari operasional JFX."Kalau pemerintah menghendaki BMKS beroperasi pada 2027, kami sangat siap membantu mewujudkannya. Secara sistem, mekanisme, dan ekosistem, fondasinya sudah ada. Tinggal bagaimana pengalaman yang sudah kita miliki ini diperkuat dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing komoditas," tutup Kanca.