Menurut Hans menyamakan atau menurunkan kelas pasar modal Indonesia ke kategori Standalone Market yang umumnya diisi oleh pasar-pasar yang relatif terisolasi atau berukuran sangat kecil adalah hal yang hampir tidak mungkin dan tidak proporsional.

"Ukuran pasar, tingkat likuiditas harian, dan kedalaman industri keuangan kita jauh melampaui kriteria Standalone maupun Frontier Market," tambahnya.

Mengutip catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), kapitalisasi pasar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) per 15 Oktober mencapai US$ 572 miliar. Di level Asia Tenggara, IHSG berada di peringkat kedua, hanya kalah dari bursa saham Singapura.

Selain itu, sudah ada 1.017 perusahaan terbuka yang mencatatkan sahamnya. Dari total 1.017 entitas tercatat tersebut, sebanyak 956 perusahaan merupakan emiten saham aktif yang memiliki kewajiban penyampaian laporan keuangan berkala, sedangkan sebagian efek lainnya mencakup Exchange Traded Fund(ETF), Real Estate Investment Trust (DIRE), dan waran terstruktur.