"Ini ada Menteri Keuangan yang baru, kami ingin mengingatkan Pak Suahasil agar permintaan kaum buruh dan para anggota masyarakat pajak jaminan hari tua itu adalah 0%. Sekarang ini kan 5%, pajaknya kami minta 0%" ucap Said membacakan tuntutan kelima buruh dalam aksi unjuk rasa Oktober nanti.
Dalam hal ini, ia mengatakan untuk angka yang digunakan dalam formula perhitungan usulan UMP 2027, buruh memilih indeks tertentu tertinggi sebesar 0,9. Kemudian untuk pertumbuhan ekonomi menggunakan rata-rata nasional 5,43% dan inflasi 3,20%.
"Berdasarkan data BPS, kita lihat inflasi dulu. Dari Oktober 2025 sampai dengan Agustus 2026 rata-rata inflasi nasional itu adalah 3,20%. Kemudian menurut BPS, rata-rata pertumbuhan ekonomi dari Oktober 2025 sampai Agustus 2026 secara nasional 5,43%," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan dengan mengalikan pertumbuhan ekonomi dengan indeks tertentu 0,9 lalu ditambahkan angka inflasi tadi, diperoleh angka perhitungan rata-rata nasional sebesar 7,7%.
"Kita sekarang dapat menghitung berapa kenaikan upah minimum rata-rata nasional, karena mereka pakai data nasional. Jadi, 3,20% ditambah 5,43% dikali 0,9. Saya ulangi 3,20% ditambah 5,43% dikali 0,9 indeks tertentunya. Maka ketemu angka 7,7%," jelas Said.
Meski begitu, menurutnya angka kenaikan UMP 7,7% tadi merupakan perhitungan umum dengan data rata-rata nasional yang digunakan sebagai perhitungan. Namun, mempertimbangkan variasi pertumbuhan ekonomi di setiap daerah, Said menilai setiap daerah harus memiliki perhitungan kenaikan upah masing-masing.