Ia mencontohkan Maluku Utara yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi mencapai 20,05%. Dengan angka tersebut, meski kenaikan upah minimum 2027 dihitung menggunakan indeks tertentu 0,5, nilai kenaikan UMP Maluku Utara bisa naik hingga 12,5%.
"Tetapi yurisprudensi di Indonesia, kenaikan upah minimum dalam 10 tahun terakhir jarang sampai dua digit. Paling tinggi ada satu aturan sebelumnya ya, tapi sekarang sudah dihapus, paling tinggi kenaikan upah minimum itu 10%. Ini kan sudah 12,5% Maluku Utara," paparnya.
"Karena tadi kan saya bilang jarang ada dua digit. Maluku Utara dua digit, maka saya ambil angka di bawah 10%, itu 9,5%" tegas Said lagi.
Atas dasar inilah, Said menambahkan angka 7,5% diambil untuk mengakomodasi daerah dengan pertumbuhan ekonomi di bawah rata-rata nasional, sedangkan batas atas 9,5% ditetapkan memperhitungkan kenaikan upah minimum di Indonesia yang jarang menyentuh dua digit.
"Jadi sekarang jelas, usulan buruh kenaikan upah minimum adalah 7,5%. Kenapa 7,5%? Karena tadi secara nasional kan sudah dapat hitungannya 7,7%. Kenapa saya turunkan 7,5%? Nanti daerah tertentu ada pertumbuhan ekonominya lebih rendah dari nasional," jelas Said terkait usulan minimal kenaikan UMP 2027.
"Saya pakai 7,5% sampai dengan 9,5%. Kenapa 9,5%? Karena Maluku Utara tertinggi, dia ada dua digit. Yurisprudensi jarang, jadi saya mendekati yang dua digit, dua digit kan 10% angkanya, maka saya ambil 9,5%," pungkasnya.