Perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 19-30 Oktober 2026. Sementara itu, cum-right di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 13 Oktober 2026, dengan recording date pada 15 Oktober 2026.
MGLV melanjutkan pengembangan bisnis pusat data melalui dua anak usahanya.
Nextier Askara Center (NAC) mengambil alih sekaligus menambah kapasitas data center di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang. Tambahan kapasitas sebesar 36 MW tersebut membuat total kapasitas JababekaDC menjadi 42 MW.
Di lokasi lain, Nextier GenAi Center (NGC) mengembangkan data center di KEK Industropolis Batang. Fasilitas BatangDC tersebut dirancang dengan kapasitas hingga 60 MW.
Untuk membiayai pengembangan kedua fasilitas tersebut, MGLV memberikan corporate guarantee atas fasilitas pinjaman BNI yang diterima NAC dan NGC. NAC memperoleh fasilitas pinjaman hingga Rp4,13 triliun, sedangkan NGC memperoleh fasilitas hingga Rp6,63 triliun.
Dengan demikian, total fasilitas yang terkait dengan kedua anak usaha tersebut mencapai Rp10,75 triliun. Nilai ini tercatat sebagai transaksi material karena setara dengan 94,14 kali ekuitas MGLV per 30 Juni 2026 yang sebesar Rp114,23 miliar.
Melalui pengembangan tersebut, MGLV menargetkan kapasitas data center yang dikelolanya dapat mencapai sekitar 102 MW. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan kapasitas eksisting sebesar 6 MW di Jababeka.
PSSI menambah enam kapal baru untuk memperkuat armadanya. Penambahan tersebut terdiri dari dua kapal tunda atau tugboat dan empat tongkang atau barge.
Kapal-kapal tersebut memiliki kapasitas masing-masing lebih dari 10.000 ton dan dibangun di dua galangan kapal yang berada di Batam. Penambahan armada menjadi bagian dari program peremajaan kapal untuk mendukung kegiatan pengangkutan dry bulk.
Dengan tambahan enam unit tersebut, PSSI bersama entitas anak kini mengoperasikan total 47 unit armada per 30 September 2026.
Perseroan masih menyiapkan penambahan armada berikutnya. PSSI merencanakan dua set tugboat dan barge serta dua barge tambahan yang ditargetkan selesai pada akhir kuartal III 2026 hingga awal kuartal IV 2026.
Selain memperkuat bisnis pengangkutan batu bara, PSSI juga mulai menjajaki segmen liquid bulk. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas sumber pendapatan di luar bisnis angkutan batu bara.