"Hari ini para hadirin sekalian dengan disaksikan semua orang di sini kita sudah membuktikan impian kita bisa terwujudkan, pabrik 126 hektar dengan kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun," kata Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd di lokasi yang sama.

Dalam pantauan NadiKabar.com di lokasi peresmian, berbagai lini kendaraan listrik andalan BYD turut dipajang dan diperkenalkan ke publik, mulai dari hatchback mungil Atto 1, crossover populer Atto 3, sedan performa tinggi Seal, hingga city car bergaya modern Dolphin. Tidak ketinggalan, jajaran kendaraan keluarga seperti multi-purpose vehicle (MPV) listrik M6, SUV bergaya futuristik Sealion 07, hingga mobil mewah Denza D9 turut meramaikan area pabrik.

Sebagai wujud keseriusan dalam menggarap pasar Indonesia, BYD memastikan bahwa seluruh proses manufaktur di pabrik Subang ini dilakukan langsung di dalam negeri secara komprehensif.

"Seluruh proses produksi dilakukan di Indonesia. Untuk proses produksinya mencakup pengecatan, pengelasan, dan proses akhir. Ini sebuah pencapaian yang baru," tegas Liu Xueliang.

Selain mendongkrak industri komponen lokal, kehadiran pabrik ini juga membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian sekitar melalui penyerapan tenaga kerja. Pada tahap awal operasionalnya, pabrik ini telah mempekerjakan lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal.