Mengutip ABC, pesawat tanker udara Hercules L100 menggunakan sistem pelepasan yang dikendalikan komputer. Teknologi ini mengatur laju keluarnya cairan untuk menghasilkan cakupan yang sesuai dengan sasaran pemadaman.

Dengan pengaturan tersebut, air atau cairan pemadam tidak sekadar ditumpahkan dari udara. Awak pesawat perlu memperhitungkan posisi api, arah angin, ketinggian, kecepatan, serta bentuk area yang hendak dibasahi.

Pesawat pemandu juga memiliki peran penting. Dalam operasi di Indonesia, Cessna Citation akan membantu mengarahkan C-130 menuju lokasi yang telah dipetakan. Koordinasi ini diperlukan agar pesawat tanker dapat menjatuhkan muatan di area sasaran dengan lebih tepat.

Pengerahan C-130 menjadi bagian dari kebutuhan memperkuat operasi udara untuk menangani karhutla. Dalam pemaparan Berton, disebutkan bahwa operasi penanganan karhutla melibatkan 46 armada udara di 12 wilayah.

Armada tersebut terdiri dari 28 helikopter water bombing dan 18 unit lainnya untuk patroli, dukungan operasi, serta kegiatan terkait, termasuk pesawat CASA dan operasi modifikasi cuaca.