Melalui konsep integrasi hulu-hilir pertanian berbasis EBT, energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendukung irigasi lahan persawahan dan hortikultura.
Rangkaian kegiatan kemudian terhubung dengan produksi padi, pengolahan gabah menjadi beras, pemanfaatan dedak sebagai pakan dan pupuk, pengelolaan limbah pertanian menjadi pupuk, hingga pengembangan hortikultura, perikanan, dan budidaya bebek.
Di sisi hilir, masyarakat juga didorong melakukan diversifikasi produk pertanian, tim redaksi lain keripik, telur asin, beras, dan produk MPASI. Implementasi sistem EBT di Kalijaran memiliki total kapasitas 15.250 Wp.
Pemanfaatan tersebut menghasilkan rata-rata 150.000 liter debit air per hari serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi sebesar 2.860 kg CO₂eq per tahun. Program juga memberikan efisiensi ekonomi melalui penghematan penggunaan pompa diesel yang mencapai Rp9 juta per dua kali siklus tanam.
Dari sisi pemberdayaan, Program MAPAN telah memberikan manfaat kepada 233 orang, yang terdiri atas petani gurem, petani perempuan, buruh tani harian, anak-anak/balita, serta masyarakat miskin.