Program ini melibatkan sejumlah kelompok masyarakat, tim redaksi lain GAPOKTAN Margo Sugih, Kelompok Ternak Mintih Mulia, KWT Tandur Makmur, dan KWT Mekar Jaya Lestari.
"Keberlanjutan menjadi bagian penting dari program ini. Karena itu, kami mendorong penguatan kapasitas kelompok dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar inovasi yang sudah berjalan dapat terus dikembangkan dan direplikasi. Harapannya, Kalijaran dapat menjadi contoh bagaimana pemanfaatan EBT dapat berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan pangan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat," jelas Dian.
Program MAPAN turut melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas masyarakat, serta sejumlah pihak lain dalam pengembangan pertanian dan inovasi. Hingga saat ini, program telah melibatkan delapan stakeholder, melahirkan dua kelompok baru, serta mendorong replikasi pertanian hortikultura di tiga area lahan.
Inisiatif tersebut sejalan dengan semangat Pertamina Patra Niaga dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan, energi, dan ekonomi hijau, sekaligus membangun dari desa dan memperluas pemerataan ekonomi.
Melalui pemanfaatan EBT yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat, Pertamina Patra Niaga terus berupaya menghadirkan manfaat berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan, kelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.