"Ini kita betul-betul harus melakukan kolaborasi yang baik. Saya tidak bermaksud untuk mengancam-ancam. Saya orang Papua tidak pernah mengancam-ancam, enggak, saya menganjurkan saja, tapi cepat membuat eksekusi," ujar Bahlil.
Bahlil lantas membandingkan gaya komunikasi masyarakat dari kawasan Indonesia timur dengan orang Jawa yang dinilainya terlalu lembut dan banyak menyampaikan permintaan maaf.
"Kalau orang di Jawa itu sering hatinya terlalu lembut, jadi ngomong maafnya terlalu banyak. Kalau kita di timur ini ngomong bisa dua kali, seperti ada lagu, jangan sampai tiga kali. Kalau begitu tiga kali, selesailah kau, enggak ada urusan," ujar Bahlil.
Belakangan ini, hubungan antara Indonesia dengan Singapura memang sedang memanas imbas polemik kabut asap serta pemotongan kuota ekspor gas ke negara tersebut.
Terkait isu energi tersebut, Bahlil menegaskan pemangkasan ekspor gas ke Singapura sama sekali tidak melanggar kontrak yang telah disepakati.