NADIKABAR.COM — Hubungan Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) kembali memanas. Tebaru, Korut melancarkan serangan rudal balistik usai diminta Korsel untuk meminta maaf atas ledakan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang melukai tiga prajuritnya.
"Militer kami mendeteksi rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Wonsan, Korea Utara, ke arah Laut Timur," kata Kepala Staf Gabungan Seoul, Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (3/10/2026).
Dia mengatakan bahwa rudal tersebut terbang sejauh lebih dari 700 kilometer (435 mil).
"Korea Selatan, AS, dan Jepang mempertahankan postur pertahanan yang tangguh melalui pertukaran informasi yang erat terkait rudal balistik Korea Utara," tambahnya.
Korea Utara sendiri membantah bertanggung jawab atas ledakan yang terjadi bulan lalu di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ) tersebut. Pyongyang menyebut Korea Selatan 'hina', menepis upaya kepemimpinan sipil Seoul untuk membuka kembali pintu dialog.
Seoul dan Komando PBB yang dipimpin AS menemukan bahwa ledakan bulan lalu di dalam DMZ yang merupakan zona penyangga yang dipenuhi ranjau dan memisahkan kedua Korea sejak gencatan senjata tahun 1953, disebabkan oleh ranjau Korea Utara yang dipasang di sisi selatan perbatasan.