Kim juga memperingatkan bahwa Pyongyang siap menghadapi apa pun yang mungkin dilakukan Seoul terkait ledakan ranjau tersebut.
Peluncuran ini menjadi yang kedua dalam 13 hari terakhir. Korut dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke arah Laut Jepang pada 20 September silam. Tindakan itu membuat Korsel meningkatkan status siaga penuh.
"Militer kami mendeteksi peluncuran rudal balistik dari wilayah Wonsan, Korea Utara, ke arah Laut Timur," demikian pernyataan Kepala Staf Gabungan Seoul (JCS), dilansir AFP dan Yonhap News Agency, Sabtu (3/10).
Peluncuran rudal balistik itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.30 pagi ini dari wilayah Wonsan, Korut. Korsel menyatakan militernya kini meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang dilakukan pasukan Korut.
Peluncuran terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara Korea itu menyusul ledakan ranjau darat milik Korut pada 21 September di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea. Insiden tersebut menyebabkan tiga tentara Korsel terluka, dua di antaranya mengalami luka serius.