Di balik responsnya yang jenaka, ada kerja panjang yang jauh dari ringan: mendengarkan korban dan memperjuangkan keadilan.

Jika kabar kemenangan Pillay diiringi riuh politik, Carson justru ingin menikmati kesunyian. Ketika ditanya bagaimana ia akan merayakan Nobel, ia ingin berjalan ke hutan bersama suaminya, tidak menjawab telepon, dan "hear the quiet"-mendengar kesunyian. Setelah kabar sebesar itu, rupanya yang ia inginkan justru kesempatan menjauh dari dering telepon.

Ada sisi feminisme yang bisa dibaca dari kisah keduanya: perempuan berhak berkarya, mengubah keadaan, dan tetap menjadi diri sendiri. Mereka tidak harus selalu tampil anggun dan khidmat agar dianggap hebat. Boleh bercanda, boleh ceplas-ceplos, tanpa mengurangi bobot pekerjaan mereka.

Yang patut diteladani bukan cara mereka menyambut Nobel, melainkan ketekunan jauh sebelum kabar kemenangan itu datang: terus menulis, terus mendengar, dan terus mengerjakan sesuatu yang berarti. Dan kalau di sela-selanya ada lantai dapur yang perlu disapu, mengapa tidak?

Nastiti Lestari. Analis Kriminologi dan Jurnalis.