NADIKABAR.COM — Produsen baterai asal China, CATL kembali memperluas ekosistem truk berat listrik melalui teknologi Dual-Electric Range Extender dan pengembangan jaringan penukaran baterai Qiji untuk meningkatkan efisiensi operasional kendaraan niaga.
CarnewsChina pada Selasa (20/10) waktu setempat, melaporkan bahwa teknologi tersebut, bakal menggabungkan baterai utama yang dapat ditukar dengan baterai tambahan untuk menjaga ketersediaan daya saat kendaraan beroperasi.
Sistem dengan arsitektur “A+B” itu menggunakan baterai utama berkapasitas 432 kWh atau 513 kWh yang dipasang di bagian bawah kendaraan, serta baterai tetap berkapasitas 77 kWh sebagai sumber energi tambahan.
Ketika daya baterai utama menurun hingga tingkat pengisian 5 persen, sistem dapat beralih menggunakan baterai tambahan.
CATL menyebut proses penukaran baterai dapat dilakukan dalam lima menit. Perusahaan memperkirakan sistem tersebut dapat menghemat biaya pengguna lebih dari 460.000 yuan atau sekitar 68.700 dolar AS selama tiga tahun dibandingkan truk diesel.
Pengembangan ini berlangsung di tengah pertumbuhan penggunaan truk berat listrik di China. Tingkat penetrasinya meningkat dari 5,2 persen pada 2022 menjadi 50,28 persen pada September 2026.
Secara global, lebih dari 430.000 truk berat listrik telah beroperasi menggunakan baterai CATL, yang menurut perusahaan mewakili lebih dari 70 persen pasar.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, CATL memperluas jaringan penukaran baterai QiJi. Saat ini, lima jalur utama telah beroperasi dengan akumulasi jarak operasional lebih dari lima juta kilometer.
Perusahaan menargetkan pembangunan 900 stasiun penukaran baterai hingga akhir 2026, kemudian meningkat menjadi 2.000 stasiun pada 2027.
Dalam jangka panjang, CATL membidik 10.000 stasiun untuk memperluas cakupan layanan, termasuk di jaringan jalan raya nasional.
Jaringan tersebut menggunakan dua standar baterai, yakni 432 kWh untuk kendaraan dengan jarak sumbu roda 3.800 mm dan 513 kWh untuk kendaraan dengan jarak sumbu roda 4.200 mm.
Dalam peluncuran itu, CATL juga menandatangani perjanjian dengan 14 mitra, termasuk SF Express, ZTO Express, dan YTO Express, dengan pesanan awal sebanyak 13.000 unit.
Selain teknologi penukaran baterai, CATL memperkenalkan empat varian Tectrans II untuk kebutuhan angkutan berbeda.
Varian jarak jauh memiliki kapasitas 760 kWh, sistem tegangan 800 volt, dan jarak tempuh lebih dari 600 kilometer.