NADIKABAR.COM — Flood Eye merupakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan Internet of Things (IoT) yang dikembangkan untuk mendukung pemantauan kondisi air secara lebih akurat dan terintegrasi. Sistem ini diharapkan membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir. ANTARA FOTO/Makna Zaezar

Pemasangan teknologi tersebut menjadi bagian dari program kolaborasi KONEKSI antara Australia dan Indonesia. Program ini melibatkan University of Wollongong (UoW) Australia, Universitas Telkom, serta BPBD Kota Semarang dalam upaya memperkuat mitigasi bencana. ANTARA FOTO/Makna Zaezar

Kehadiran Flood Eye diharapkan mendukung kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir. Melalui pemantauan yang lebih baik, potensi bahaya diharapkan dapat diketahui lebih dini sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tepat. ANTARA FOTO/Makna Zaezar