Setiap desil mencakup sekitar 10 persen keluarga. Dengan demikian, desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan, angka desil perlu dipahami sebagai peringkat relatif, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi sebuah keluarga.
"Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi."
Pernyataan tersebut disampaikan Amalia melalui keterangan tertulis BPS pada 21 Agustus 2026.
Artinya, seseorang yang berada di desil 3 bukan berarti otomatis memiliki kondisi ekonomi dengan ukuran tertentu yang sama persis dengan seluruh keluarga lain di desil 3. Desil menunjukkan posisi relatif keluarga tersebut dalam pemeringkatan kesejahteraan.
Secara umum, urutan desil menunjukkan posisi kesejahteraan relatif keluarga. Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi relatif kesejahteraannya. Sebaliknya, semakin besar angkanya, semakin tinggi posisi relatifnya.
Desil 1 merupakan kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah. Desil 2 berada di atasnya, kemudian desil 3 dan seterusnya hingga desil 10 yang merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Karena itu, pembagian desil sebaiknya tidak diterjemahkan secara terlalu sederhana sebagai "desil 1 pasti miskin ekstrem, desil 2 pasti miskin, desil 3 pasti hampir miskin" dan seterusnya. BPS menegaskan bahwa desil merupakan peringkat relatif, bukan klasifikasi absolut kemiskinan.
Salah satu kesalahpahaman yang cukup sering muncul adalah anggapan bahwa desil ditentukan berdasarkan besar kecilnya gaji atau pendapatan bulanan keluarga.
BPS menegaskan, penentuan desil tidak hanya menggunakan penghasilan, kepemilikan satu jenis barang, daya listrik, pekerjaan, atau satu indikator tertentu. Berbagai karakteristik sosial ekonomi dipertimbangkan secara bersama-sama.
Karakteristik yang digunakan tim redaksi lain kondisi tempat tinggal, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga disabilitas.