"Yang penting kita nih nggak impor lagi. Semuanya sudah diproduksi dalam negeri. Ini Alhamdulillah dan dengan produksi yang sekian banyak berarti petaninya maju dan mudah-mudahan bisa makmur ke depannya gitu ya," jelasnya.
"Jadi tidak ada, tidak usah khawatir bahwa kita akan kelangkaan beras. Dan kalau stoknya banyak berarti harganya bisa terkendali, tidak fluktuasi, tidak bisa diatur lagi," sambung Titiek
Di luar itu, Titiek mengatakan tingginya perputaran stok beras di Pasar Induk Cipinang menjadi salah satu indikator positif bagi daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi.
"Setiap kios-kios punya stok yang banyak dan yang penting perputarannya adalah bagus. Ini tandanya ekonominya meningkat, orang bisa beli beras ya. Pasar-pasar bisa menyerap beras dari Pasar Induk ini. Kalau pasar beli banyak kan berarti yang beli konsumennya juga banyak gitu karena dia beli ini ya. Jadi ini menandakan bahwa perekonomian sudah membaik, masyarakat bisa mampu untuk membeli beras ini," tutur Titiek.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani ikut menyampaikan bahwa pasokan beras di berbagai wilayah termasuk yang ada di Pasar Induk Cipinang ini aman terkendali. Menurutnya ini menunjukkan bagaimana pemerintah dan pelaku usaha swasta dapat memenuhi kebutuhan pangan nasional.