"Yang awalnya adanya info katanya ada kelangkaan beras, ternyata beras cukup berlimpah. Intinya sebetulnya pemerintah maupun teman-teman swasta semuanya sudah semaksimal mungkin untuk menyediakan beras kebutuhan masyarakat seoptimal mungkin. Buktinya tadi kita bisa lihat bersama bahwa beras-beras itu ada di pasaran," kata pria yang akrab disapa Rizal itu.

Dalam konteks ini, ia memaparkan Bulog menyalurkan sekitar 507 ton beras premium per hari ke seluruh wilayah Indonesia untuk mendukung kebutuhan nasional. Angka ini tercatat sekitar baru 10% dari kebutuhan beras premium nasional.

"Bulog itu per hari untuk menyiapkan beras premium seluruh Indonesia lebih kurang 507 ton per hari untuk beras premiumnya saja. Nah ini kan baru 10% dari kebutuhan nasional. Nah yang sisanya 90% itu didukung dan disupport oleh teman-teman pihak swasta."

Untuk program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bulog menyalurkan hampir 4.000 ton per hari ke seluruh tanah air. Sedangkan untuk total cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog telah mencapai 4,8 juta ton.

"Yang mana stok kami sekarang di gudang 4,8 juta ton tersebut, dari 4,8 juta ton tersebut akan disalurkan nanti beras SPHP tahap bahan sejumlah 1 juta ton sampai di bulan Maret 2027, kemudian untuk beras bantuan pangan sesuai dengan arahan Bapak Presiden juga akan disalurkan dari bulan Oktober, November, dan Desember sejumlah 1 juta ton," paparnya.