NADIKABAR.COM — Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Ade Jona Prasetyo menyambut percepatan ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan tersebut dinilai membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas ekspor ke pasar Eropa.

Ade Jona mengatakan IEU-CEPA tidak hanya berkaitan dengan penurunan tarif. Kesepakatan dagang tersebut perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing industri dan mendorong lebih banyak perusahaan Indonesia masuk ke pasar global.

"HIPMI menyambut positif percepatan IEU-CEPA. Setelah akses pasar semakin terbuka, target kita bukan hanya menjual lebih banyak barang ke Eropa. Kita ingin semakin banyak perusahaan Indonesia yang naik kelas, memiliki standar global, dan membangun jaringan bisnis internasional," ujar Ade Jona.

Pemerintah menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA selesai pada semester II-2026 sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal 2027. Kesepakatan tersebut diproyeksikan menghapus tarif pada lebih dari 98 persen pos tarif.

Nilai perdagangan barang Indonesia dan Uni Eropa tercatat sekitar €27,3 miliar pada 2024.

Menurut Ade Jona, sejumlah produk Indonesia berpeluang memanfaatkan akses pasar Eropa, tim redaksi lain kopi, kakao, karet, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, produk perikanan, furnitur, serta komponen listrik dan elektronik.