Angka sebesar itu bukan hanya nominal statistik. Ia menciptakan kebutuhan harian yang tidak bisa dipenuhi kawasan industri sendirian.

"Pertumbuhan kawasan yang begitu masif, turut mendorong sektor usaha di Bahodopi ikut berkembang. Riset mencatat lima jenis UMKM terbanyak di Bahodopi, antara lain Kios Pertamini (981 unit), Stan Minuman (735), Stan Makanan non-bangunan (670), Kios Umum (648), dan Warung Makan (591)," ucap Head of Media Department PT IMIP Dedy Kurniawan, dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/10/2026).

"Sebagian besar UMKM berada pada kategori usaha mikro dengan omzet hingga Rp 300 juta per tahun, namun tren pertumbuhannya menunjukkan potensi naik kelas," sambungnya.

Impact dari itu menjadikan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) naik kelas dan tampil menonjol, berada di atas Kepulauan Riau dan sebagian besar provinsi lain.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng Muhamad Irfan Sukarna, dalam laporan keuangan Provinsi Sulteng (Februari 2026), menyebut ekonomi Sulteng pada triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 9,43% (YoY), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 7,79% (YoY).

"Kinerja pertumbuhan ekonomi Sulteng ditopang oleh dominannya peran industri pengolahan berbasis nikel, pertambangan dan penggalian dalam struktur ekonomi daerah," tulis Irfan.

Sejak awal IMIP menyadari, membangun ekosistem nikel yang terintegrasi, dari pengolahan bijih, smelter, hingga rantai pasok energi, tidak akan lengkap tanpa adanya inklusi sosial-ekonomi.

Selama 13 tahun terakhir, Kawasan IMIP mendedikasikan diri menjadi mitra strategis bagi para pelaku usaha yang ada di sekitar kawasan industri.

Membuka pintu lebar-lebar bagi para kontraktor daerah, penyedia logistik, perajin, hingga ratusan pelaku UMKM kuliner dan hunian yang menjadi penopang kehidupan puluhan ribu pekerja di kawasan ini.