Sebagai seorang kepala keluarga, kelumpuhan fisik tersebut meruntuhkan mentalnya. Tahun 2023 menjadi puncak ujian hidup terberat bagi Adi hingga ia berada di titik keputusasaan tertinggi.

"Beban mental luar biasa, jujur saya waktu itu sudah menyerah, sudah angkat bendera putih ke Allah. Saya tetap salat, tapi sampai malas berdoa karena bingung mau minta apa lagi, da mustahil Allah tidak tahu kondisi hamba-Nya. Kalau kata orang Jampang mah istilahnya tog maung tog badak, mati sekarang atau hidup sekarang pasrahkan saja. Kita mengadu ke manusia pun tidak ada yang memberi solusi," kenang Adi.

Meski demikian, Adi bertekad tidak menampakkan keluhan sedikit pun di hadapan sang istri. Di tengah kondisinya yang terbaring kaku, ia melihat potensi lain dalam diri Riska.

"Saya tidak pernah mengeluh di depan istri agar tidak menambah beban. Saya bilang ke dia, 'Yuk, kita bagi tugas dulu. Menafkahi memang wajibnya suami, tapi dengan kondisi fisik saya seperti ini, kamu punya potensi di public speaking. Kamu harus yakin pada kemampuanmu yang tidak diketahui orang lain.' Awalnya dia membantah karena kurang percaya diri, tapi saya terus yakinkan," jelas Adi.

Prinsip Adi sangat tegas. Di masa-masa sulit itu, ia melarang keras istrinya menjadi buruh pabrik atau bekerja di instansi pemda meski peluang itu ada.

"Saya tidak mengizinkan istri kerja di pabrik atau Pemda. Saya bilang, 'Kamu cukup urus anak di rumah. Mustahil Allah menghidupkan kita tanpa mendatangkan rezekinya. Kita tuntut perjanjian rezeki dari Allah hari ini, jangan sampai goyah keyakinan.' Dan ternyata dia masuk kelas digital itu ambil langkah sendiri pakai uang pinjaman dari temannya tanpa sepengetahuan saya," ungkap Adi sambil tersenyum kecil.

Kini, melihat sang istri berhasil melewati badai hidup dan menggapai kesuksesan, rasa haru menyelimuti hati Adi.

"Yang paling membuat saya terharu, dia tampak jauh lebih dewasa. Manajemen dirinya berubah, pola pikirnya berkembang sangat matang seiring perannya menjadi edukator bagi banyak klien. Dia benar-benar didewasakan oleh keadaan," tuturnya.

Saat diminta menggambarkan sosok Riska Mulya yang telah membalikkan nasib keluarga dari titik nol, sang suami hanya menyematkan satu kata penuh makna.

"Bangga. Sudah, selesai," pungkasnya.