Sementara itu, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mohmand yang dibangun perusahaan China di Pakistan diperkirakan mampu menghasilkan 2,86 miliar kWh listrik per tahun. Proyek ini juga telah menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal sekaligus meningkatkan kemampuan konstruksi pekerja Pakistan.
Kemudian di Afrika dengan tantangan mencakup keterbatasan jaringan listrik, wilayah yang luas, dan medan yang sulit membuat elektrifikasi di daerah terpencil dapat diatasi China untuk membangun sistem tenaga surya lengkap dengan penyimpanan energi dan beroperasi tanpa terhubung ke jaringan listrik utama.
Di Kenya, misalnya, peralatan tenaga surya buatan Tiongkok mulai menggantikan generator diesel yang mahal dan menghasilkan polusi. Teknologi ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di komunitas penggembala, desa terpencil, hingga kamp pengungsi, serta mendukung aktivitas sehari-hari dan usaha kecil.
Pemanfaatan energi surya juga membawa manfaat bagi pendidikan dan pertanian. Penerangan tenaga surya memungkinkan kegiatan belajar berlangsung lebih lama di sekolah pedesaan, sementara pompa irigasi bertenaga surya membantu menekan biaya pertanian. Dalam sejumlah kasus, teknologi ini dilaporkan mampu meningkatkan hasil panen hingga sekitar 30%.